Purworejo — Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) menjalin kerja sama dalam upaya memberikan kemudahan dan pendampingan bagi dosen dan tenaga kependidikan (tendik) dalam mempersiapkan pendaftaran ibadah haji. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Kasman Singodimedjo UMPWR, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan diisi dengan kajian dan motivasi keislaman yang disampaikan oleh Ust. Drs. H. Jumari Al Ngluwari, M.Pd., Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah. Dalam penyampaiannya, beliau mengapresiasi inisiatif kerja sama UMPWR dan BSI yang memberikan perhatian terhadap kemudahan dosen dan tendik dalam mempersiapkan ibadah haji.
Menurutnya, kesempatan untuk mendaftarkan diri sebagai calon jamaah haji perlu disambut secara positif sebagai bagian dari ikhtiar memenuhi salah satu rukun Islam. Ia mengingatkan bahwa panggilan untuk menunaikan ibadah haji telah disampaikan Allah SWT, sehingga umat Islam perlu membangun niat dan melakukan ikhtiar sesuai kemampuan.
“Saya sangat bersyukur sekali mengajak teman-teman sekalian untuk mengapresiasi tawaran ini dengan sikap yang positif agar diberi kemudahan untuk mendaftar haji.”
Kemudahan Harus Diiringi Edukasi dan Perencanaan
Dalam kesempatan tersebut, Ust. Jumari juga menyampaikan pesan kepada BSI agar kemudahan yang diberikan kepada dosen dan tendik tidak hanya berupa fasilitas pembiayaan atau pendaftaran, tetapi juga disertai dengan edukasi dan pendampingan.
Menurutnya, keputusan dalam mempersiapkan ibadah haji perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarga secara rasional. Jangan sampai semangat untuk mendaftar justru menimbulkan persoalan ekonomi dalam rumah tangga.
Ia menekankan bahwa lembaga keuangan syariah juga memiliki peran untuk memberikan pemahaman kepada nasabah agar dapat mengambil keputusan finansial secara bijak dan sesuai dengan kemampuan.
“Teman-teman UMPWR jangan hanya diberi kemudahan, tetapi juga dibimbing, jangan sampai ekonomi rumah tangganya hancur gara-gara bersemangat untuk mendaftar haji.”
Pesan tersebut menjadi bagian penting dari kerja sama UMPWR dan BSI, bahwa fasilitasi ibadah perlu berjalan seiring dengan literasi dan perencanaan keuangan yang sehat.
Empat Dimensi Kekuatan Seorang Mukmin
Selain membahas persiapan ibadah haji, Ust. Jumari menyampaikan hadis Nabi Muhammad SAW tentang karakter mukmin yang kuat:
“Al-mukminul qawiyyu khairun wa ahabbu ilallahi minal mukminid dha'if.”
Artinya, “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.”
Ia kemudian menjelaskan bahwa kekuatan seorang mukmin tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik, tetapi mencakup sedikitnya empat dimensi, yaitu kekuatan spiritual, mental, intelektual, dan finansial.
Pertama, kuat secara spiritual. Seorang mukmin perlu memiliki keyakinan yang kokoh kepada Allah SWT dan istiqamah dalam menjalankan ajaran-Nya. Hal tersebut sebagaimana pesan QS. Al-Ahqaf ayat 13, bahwa orang yang beriman dan istiqamah tidak perlu merasa takut maupun bersedih.
Kedua, kuat secara mental. Kekuatan mental tercermin dari kemampuan mengendalikan amarah, bersabar, serta memiliki kerendahan hati. Dalam hal ini, Ust. Jumari mengajak jamaah untuk meneladani kesederhanaan dan kerendahan hati tokoh Muhammadiyah, Pak AR Fakhruddin, yang dikenal tidak suka menonjolkan jabatan maupun kedudukannya.
Ketiga, kuat secara intelektual. Kekuatan intelektual dibangun dengan memadukan zikir dan pikir. Ia mengaitkannya dengan QS. Ali Imran ayat 191, yang menggambarkan karakter ulul albab sebagai orang-orang yang senantiasa mengingat Allah sekaligus memikirkan penciptaan langit dan bumi.
Keempat, kuat secara finansial. Seorang mukmin juga perlu memiliki ketahanan dan kemandirian ekonomi. Kekuatan finansial diperlukan agar seseorang mampu memenuhi kebutuhan hidup, menjalankan kewajiban, serta mendukung berbagai aktivitas kebaikan tanpa mengabaikan tanggung jawab terhadap keluarga.
Membangun Mukmin yang Kuat dan Mandiri
Melalui kegiatan tersebut, UMPWR dan BSI tidak hanya mendorong kemudahan dalam mempersiapkan pendaftaran haji, tetapi juga menguatkan pemahaman bahwa ibadah perlu disertai dengan kesiapan spiritual, mental, intelektual, dan finansial.
Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi dosen dan tendik UMPWR dalam mempersiapkan ibadah haji secara lebih terencana, bijak, dan sesuai kemampuan. Pada saat yang sama, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk membangun pribadi Muslim yang kuat, mandiri, dan senantiasa berorientasi pada kemaslahatan. (Frh)