Purworejo – Lembaga Pengkajian, Pendalaman, Pengamalan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LP3AK) Universitas Muhammadiyah Purworejo kembali menyelenggarakan Kajian Kamis Pekan Pertama sebagai bagian dari pembinaan spiritual bagi sivitas akademika. Kajian perdana pada bulan Juli ini dilaksanakan di Masjid Universitas Muhammadiyah Purworejo pada Kamis (2/7/2026) dengan menghadirkan Bapak H. Iyus Herdiana Saputra, M.S.I. sebagai pemateri.
Pada kesempatan tersebut, pemateri mengangkat hadis Rasulullah SAW tentang "celupan surga dan celupan neraka", sebuah hadis yang memberikan gambaran tentang perbandingan antara kehidupan dunia yang sementara dengan kehidupan akhirat yang kekal. Melalui penyampaian yang komunikatif, peserta diajak untuk memahami bahwa seluruh kenikmatan maupun penderitaan di dunia tidaklah sebanding dengan balasan yang Allah SWT sediakan di akhirat.
Dalam pemaparannya, Bapak H. Iyus Herdiana Saputra, M.S.I. menjelaskan bahwa Rasulullah SAW mengisahkan seseorang yang paling sengsara selama hidup di dunia. Ketika ia dicelupkan satu kali saja ke dalam surga, seluruh penderitaan yang pernah dirasakannya seakan hilang dan terlupakan. Sebaliknya, seseorang yang paling banyak menikmati kemewahan dunia, apabila dicelupkan satu kali saja ke dalam neraka, seluruh kenikmatan hidupnya akan sirna dari ingatannya.
Beliau menegaskan bahwa hadis tersebut mengandung pesan yang sangat mendalam tentang pentingnya mempersiapkan kehidupan akhirat. Segala ujian, kesulitan, maupun cobaan yang dihadapi manusia hendaknya disikapi dengan kesabaran dan keyakinan bahwa Allah SWT telah menyiapkan balasan terbaik bagi hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh. Di sisi lain, berbagai kenikmatan dunia tidak boleh membuat manusia lalai dari kewajiban beribadah dan mengingat Allah SWT.
Selain membahas makna hadis, peserta juga diajak untuk merefleksikan kehidupan sehari-hari agar senantiasa bersyukur atas setiap nikmat yang diberikan Allah SWT, memperbanyak amal kebaikan, serta menjadikan setiap aktivitas sebagai bentuk ibadah. Dengan demikian, kehidupan dunia dapat dijalani sebagai sarana untuk meraih kebahagiaan yang hakiki di akhirat.
Kajian berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Purworejo. Antusiasme peserta terlihat selama penyampaian materi hingga sesi diskusi, di mana berbagai pertanyaan dan pandangan disampaikan untuk memperdalam pemahaman terhadap kandungan hadis serta implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui penyelenggaraan Kajian Kamis secara rutin, Universitas Muhammadiyah Purworejo terus berupaya menanamkan nilai-nilai keislaman kepada seluruh sivitas akademika. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan ruhani yang mampu membentuk pribadi berakhlak mulia, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan semangat untuk senantiasa bersabar, bersyukur, dan istiqamah dalam menjalankan ajaran Islam di tengah dinamika kehidupan. (Frh)