Purworejo — Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) kembali menyelenggarakan Kajian Kamis di Masjid Universitas Muhammadiyah Purworejo, Kamis (01/10/2026). Kajian tersebut diisi oleh Nif’an Nazudi, M.Ag. dengan mengangkat pesan penting tentang pentingnya menghadirkan kebermanfaatan dalam kehidupan, baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari Amal Usaha Muhammadiyah.
Dalam kajiannya, Nif’an Nazudi mengajak jamaah, khususnya keluarga besar UMPWR, untuk menjadikan momentum Milad Universitas Muhammadiyah Purworejo ke-62 sebagai sarana melakukan muhasabah dan evaluasi terhadap perjalanan institusi. Menurutnya, usia yang semakin matang perlu diiringi dengan peningkatan kontribusi dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Pesan tersebut dikuatkan dengan mengutip QS. Ar-Ra’d ayat 17 yang menggambarkan perumpamaan antara buih yang akan hilang dengan sesuatu yang bermanfaat bagi manusia dan tetap ada di bumi.
“Adapun buih akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada gunanya; tetapi yang bermanfaat bagi manusia, akan tetap ada di bumi.”
Ayat tersebut menjadi pengingat agar setiap individu maupun lembaga tidak sekadar hadir secara kuantitas, tetapi mampu memberikan manfaat yang nyata. Nif’an menekankan bahwa keberadaan seseorang maupun institusi akan memiliki nilai ketika memberikan kontribusi yang dapat dirasakan oleh lingkungan dan masyarakat.
Perguruan Tinggi sebagai Pusat Ilmu dan Rujukan Masyarakat
Dalam kajian tersebut, Nif’an Nazudi juga mengangkat firman Allah SWT, “Fas’alū ahladz-dzikri in kuntum lā ta’lamūn”, yang berarti “Maka tanyakanlah kepada orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui.”
Ayat ini menjadi landasan penting bagi perguruan tinggi untuk terus mengembangkan peran sebagai pusat ilmu pengetahuan sekaligus tempat masyarakat memperoleh rujukan sesuai bidang keilmuan. Perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Sebagai contoh, masyarakat dapat menjadikan perguruan tinggi sebagai tempat bertanya dan memperoleh pendampingan dalam berbagai persoalan sesuai kompetensi keilmuan yang dimiliki, termasuk bidang sains, teknologi, maupun keislaman.
Dengan demikian, keberadaan perguruan tinggi di tengah masyarakat diharapkan tidak berhenti pada aktivitas akademik di dalam kampus, tetapi mampu memberikan dampak yang lebih luas melalui ilmu, pengabdian, dan kontribusi nyata.
Kebermanfaatan sebagai Wujud Bermuhammadiyah
Nif’an juga mengingatkan pentingnya menghayati prinsip kehidupan bermasyarakat sebagaimana tercantum dalam Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah, bahwa hidup bermasyarakat merupakan sunnatullah dalam kehidupan manusia.
Prinsip tersebut sejalan dengan hadis Nabi Muhammad SAW:
“Khairunnās anfa’uhum linnās.”
Artinya, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
Menurutnya, nilai kebermanfaatan tersebut perlu diwujudkan dalam kehidupan warga Muhammadiyah, termasuk dalam pengelolaan dan pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah. Kemajuan sebuah lembaga hendaknya tidak hanya menjadi kebanggaan internal, tetapi juga mampu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar.
Ia turut menyampaikan pesan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir, agar warga Muhammadiyah tidak berhenti pada kebanggaan terhadap besarnya organisasi, kekayaan aset, maupun berbagai capaian yang telah dimiliki. Kebesaran tersebut perlu diwujudkan melalui kepedulian, kepekaan sosial, dan tindakan nyata untuk membantu masyarakat maupun lembaga yang membutuhkan.
Melalui Kajian Kamis ini, keluarga besar UMPWR diajak untuk terus melakukan evaluasi dan memperkuat komitmen menjadi pribadi serta institusi yang memberikan manfaat. Momentum Milad ke-62 diharapkan tidak sekadar menjadi peringatan bertambahnya usia, tetapi juga menjadi refleksi untuk meningkatkan kualitas pengabdian dan kontribusi UMPWR bagi persyarikatan, umat, dan masyarakat.
“Yang bermanfaat akan tetap ada.” Pesan tersebut menjadi refleksi penting bagi seluruh keluarga besar UMPWR untuk terus menghadirkan karya, ilmu, dan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi sesama. (Frh)