Universitas Muhammadiyah Purworejo

Berita LP3AK

Lembaga Pengkajian, Pendalaman, Pengamalan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Universitas Muhammadiyah Purworejo.

Home / Detail

Disertasi Dr. H. Iyus Herdiana Saputra Tawarkan Model Integrasi Islam Dan Sains Untuk Penguatan AIK Di UMPWR

Purworejo – Keberhasilan Dr. H. Iyus Herdiana Saputra, M.S.I. meraih gelar doktor melalui Program Studi Pendidikan Agama Islam Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak hanya menjadi capaian akademik pribadi, tetapi juga menghadirkan gagasan baru yang berpotensi memperkuat pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR).

Melalui disertasinya yang berjudul "Model Kurikulum Unifikasi Pesantren Sains: Paradigma Baru Unifikasi Islam dan Sains", Dr. Iyus mengembangkan konsep integrasi Islam dan sains yang dinilai relevan untuk diimplementasikan dalam pembelajaran AIK di perguruan tinggi Muhammadiyah, termasuk di UMPWR. Konsep tersebut memandang AIK tidak hanya sebagai mata kuliah yang menyampaikan ajaran Islam dan ideologi Muhammadiyah, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun paradigma keilmuan yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurut Dr. Iyus, pembelajaran AIK perlu diarahkan agar mampu membentuk cara berpikir yang integratif. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memahami ajaran Islam secara normatif, tetapi juga mampu melihat keterkaitan antara nilai-nilai Al-Qur'an dan Sunnah dengan disiplin ilmu yang mereka pelajari serta berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat modern.

Melalui model tersebut, setiap materi AIK, mulai dari akidah, ibadah, akhlak, hingga Kemuhammadiyahan, dapat dikaitkan dengan berbagai bidang ilmu sesuai program studi mahasiswa. Pendekatan ini menjadikan AIK sebagai mata kuliah yang kontekstual dan aplikatif sehingga nilai-nilai Islam dapat diimplementasikan dalam kehidupan akademik maupun profesional.

Sebagai contoh, mahasiswa Fakultas Teknik dapat mengkaji etika rekayasa teknologi berdasarkan prinsip maqāṣid al-syarī'ah, mahasiswa Fakultas Keguruan mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan Islam dengan teori pembelajaran modern, mahasiswa Fakultas Pertanian menghubungkan konsep khalifah fil ardh dengan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, sedangkan mahasiswa Fakultas Ekonomi mengembangkan kajian bisnis sesuai prinsip syariah dan etika Muhammadiyah. Pendekatan lintas disiplin ini diharapkan menjadikan AIK sebagai fondasi moral sekaligus spiritual bagi pengembangan kompetensi profesional mahasiswa.

Selain mengembangkan desain kurikulum, model tersebut juga menekankan pentingnya pembelajaran yang aktif melalui diskusi kasus, project-based learning, problem-based learning, hingga penelitian sederhana yang menghubungkan nilai-nilai Islam dengan persoalan nyata di masyarakat. Evaluasi pembelajaran pun tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pada pembentukan karakter, integritas akademik, etika profesi, dan kemampuan mahasiswa mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam bidang keilmuannya.

Secara konseptual, model integrasi Islam dan sains yang dikembangkan Dr. Iyus dibangun atas empat komponen utama, yaitu landasan filosofis berbasis paradigma tauhid, integrasi kurikuler, integrasi pembelajaran, serta integrasi luaran yang berorientasi pada terbentuknya lulusan yang unggul secara spiritual, akademik, profesional, dan sosial.

Konsep tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu referensi dalam pengembangan pembelajaran AIK di Universitas Muhammadiyah Purworejo. Dengan memperkuat fungsi AIK sebagai core values pendidikan Muhammadiyah, implementasi model ini diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki religiositas yang kuat, tetapi juga kompeten, inovatif, dan mampu mengintegrasikan ajaran Islam dengan perkembangan sains dan teknologi demi kemaslahatan masyarakat. (Frh)